Mau Cari Apa?

Assalamualaikum

Selamat Datang Di Blog Saya,
Mari Kita Berbagi Ilmu Yang Bermanfaat,
kebetulan saya sedang belajar dakwah online.
mohon bantuan dan bimbinganya.

Jumat, 27 November 2009

Hiu Yang Berkaki

Hiu Yang Berkaki

Seorang Perempuan Malingsia di Batu Maung, Penang melemparkan kembali bayi hiu itu setelah ia mengetahui bahwa hiu tersebut mempunyai kaki. Bayi hiu tersebut tadinya akan disantap menjadi makan siang bersama keluarganya, namun urung dilakukan karena menurut kepercayaan Cina, makan ikan yang tidak biasa dapat membawa sial atau bencana, sehingga mereka memutuskan untuk tidak memakannya dan dikembalikan lagi kelaut, sebelum diambil gambarnya terlebih dahulu.



Para ilmuwan mengatakan bahwa hiu tersebut berasal dari perairan utara karena hanya Sulawesi Utara atau Afrika Selatan yang diketahui mempunyai ikan berkaki tersebut.yang menjadi pertanyaan sekarang adakah kaitannya dengan teori evolusi darwin ? atau spesies baru ?

Kamis, 26 November 2009

Do'a Nurun Nubuwwah

nurun nubuwwah Yang artinya Cahaya Kenabian, emang sering dibilang dengan istilah Nurbuat Doa ini merupakan suatu doa yg memiliki banyak faedah dan khasiatnya bagi barangsiapa yang mengamalkannya. adapun khasiatna :


(1) Pelindung dari Sihir.


Di riwayatkan , bahawa Rasulullah SAW bersabda setelah solat Subuh ketika duduk-duduk bersama para sahabat di Masjidil Haram, tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril a.s. membawa doa Nurun Nubuwwah, seraya berkata : ”Wahai Rasulullah, aku telah di utus oleh Allah Subhanahu Wa Taala untuk menyampaikan doa ini kepadamu / Rasulullah”. Selanjutnya beliau bersabda :”Doa Nurun Nubuwwah ini banyak sekali faedahnya bila di baca dan diamalkan. Dan apabila tidak dapat membaca atau tidak hafal, maka cukuplah ditulis, kemudian tulisan tersebut disimpan dalam rumah, maka Allah akan senantiasa memberikan perlindungan kepada penghuni rumah itu dari sihir / tenung atau penyakit.


(2) Hajat Tercapai.


Barangsiapa yang membaca dan mengamalkan doa ini secara istiqamah pada setiap selesai solat sekurang-kurangnya sekali, maka Insya Allah apa pun hajatnya akan segera terlaksana.


(3) Penyelamat dari gangguan makhluk halus.



Bilamana doa Nurun Nubuwwah ini ditulis pada kertas lalu tulisan tersebut di letakkan pada tanaman, Insya Allah tanaman tersebut akan selamat dari hama, apabila di letakkan pada tempat-tempat yang menakutkan atau pada tempat-tempat yang ditempati syaitan atau iblis, jin atau hantu dan segala macam jenis makhluk halus, maka dalam waktu singkat mereka akan bubar dan minggat tanpa kembali lagi.


(4) Dimuliakan orang


Rasulullah SAW bersabda , ”Jika kamu ingin dimuliakan oleh orang lain, maka bacalah Doa Nurun Nubuwwah.”


(5) Pengasih



Bilamana anda ingin mendekati raja / menteri atau orang yang berpangkat atau berkumpul dengan orang banyak maka bacalah doa ini pada tiap hari sekurang-kurangnya sekali, Insya’Allah semua orang yang anda dekati itu akan menaruh kasih sayang.


(6) Air asin menjadi tawar


Bilamana anda pergi belayar naik perahu, kemudian disitu anda kehabisan air minum, maka bacalah doa ini pada air laut, Insya’Allah air laut yang semulajadi masin itu berubah menjadi tawar dan boleh anda minum.


(7) Bertemu para nabi.



Rasulullah SAW bersabda: ”Barangsiapa yang ingin bertemu dengan para Nabi, maka bacalah doa Nurun Nubuwwah sebanyak seratus kali, kemudian tidur, Insya’Allah akan mimpi bertemu dengan para Nabi, di samping itu siapa pun pun yang melihatnya akan menaruh kasih sayang, dan hendaknya tidak terhenti dalam mewiridkan doa Nurun Nubuwwah ini hingga sampai anak cucu.


(8) Penyembuh Kesakitan.


Bilamana ada orang sakit, maka bacalah doa ini pada minyak (minyak kelapa / sawit wijen), kemudian sapukan pada tempat yang sakit, Insya’ Allah akan lekas sembuh.


(9) Mengubat dari kerasukan.


Bilamana ada orang di rasuk hantu, syaitan dan jin, atau gila, maka cara mengubatinya adalah sebagaimana di atas.


(10) Kuat berjalan


Bilamana anda ingin kuat berjalan, bacalah doa tersebut pada daun sirih yang bertemu ruasnya, kemudian sapukanlah mulai dari kepala hingga kaki, Insya’Allah anda akan kuat berjalan walau sejauh perjalanan yang anda tempuh itu.


(11) Turun hujan.


Bilamana akan turun hujan dalam suatu perjalanan, agar anda tidak kehujanan, maka bacalah doa tersebut, Insya’Allah tidak jadi turun hujan.


(12) Pengaman bagi orang bertengkar


Bilamana ada orang yang bertengkar, sedang anda ingin melerainya maka bacalah doa ini, Insya’Allah orang yang bertengkar itu akan berhenti dan akhirnya saling memaafkan.


(13) Musuh menjadi takut


Bilamana anda pergi berperang (fisabilillah), bacalah doa ini, Insya’ allah tidak di kejar musuh, bahkan musuh akan lari tunggang langgang ketika bertemu dengan anda.


(14) Sulit bersalin.


Bilamana ada wanita bersalin yang sulit, maka bacalah doa ini pada pinggang atau mangkuk putih yang berisi air, kemudian airnya diminumkan, Insya’ Allah bayinya akan segera keluar tanpa kesulitan yang di derita oleh sang ibu.


(15) Sakit mata


Bilamana ada orang sakit mata, maka bacalah doa ini lalu tiupkan pada mata yang sakit itu. Insya’allah akan lekas sembuh.


(16) Penawar gigitan ular



Bilamana ada orang digigit ular, atau kena sengatan binatang berbisa, atau kena racun dan penyakit lain, maka bacakanlah doa tersebut pada tempat yang terkena gigitan atau sengatan itu, Insya’ Allah akan lekas sembuh.


(17) Raja Jin.


Bilamana anda ingin mendatangkan raja jin, maka bacalah doa ini sebanyak seratus kali dalam keadaan tidak berhadas (suci), baik suci badan dan tempat, kemudian masuk ditempat yang sepi pada malam Jumaat. Insya’ Allah anda akan dijumpai oleh si raja jin itu.


(18) Terhindar dari Kekufuran.


Bilamana anda membaca doa ini pada malam Jumaat sebanyak lima puluh kali, Insya’Allah akan terhindar dari kekufuran, bid’ah dan dijauhkan dari perbuatan buruk.


(19) Menjumpai Jin.



Suatu keajaiban yang luar biasa bilamana ada jin yang ingin menyerupai manusia, maka jadi lah ia manusia lantaran berkah-Nya doa Nurun Nubuwwah ini, begitupun manusia jika ingin menjumpai jin, maka ia mengamalkan doa tersebut.


(20) Penyelamat siksa neraka.


Bilamana doa ini di baca setiap hari, maka akan selamat dari siksa neraka, selamat dunia akhirat dan terhindar dari godaan syaitan.


(21) Ingin mimpi yang indah.



Bilamana anda ingin mimpi yang indah, maka bacalah doa ini pada malam Sabtu, sebanyak seratus kali, Insya Allah akan tercapai.


(22) Awet Muda



Bilamana anda baca pada malam Minggu, maka anda boleh awet muda walau usia sudah lanjut.


(23) Memberi keselamatan.


Bilamana anda baca pada malam Isnin, maka Allah akan memberikan keselamatan kepada anda, dijauhkan dari malapetaka.


(24) Menjadi kuat


Bilamana anda baca pada malam Selasa, maka anda akan menjadi kuat, serta terjauh dari penyakit.


(25) Gigitan yang kuat



Bilamana anda baca pada malam Rabu, maka gigi anda akan menjadi kuat, serta terjauh dari penyakit.


(26) Penyeri wajah.



Bilamana anda baca pada malam Khamis, maka wajah anda bertambah elok sehingga banyak wanita yang terpikat.


(27) Binatang menjadi patuh.


Bilamana anda baca pada malam Jumaat, maka semua binatang yang buas akan menjadi patuh terhadap anda.


(28) Melamar wanita.


Bilamana anda ingin melamar seorang wanita, maka berpuasalah sehari dan malamnya jangan tidur, kemudian bacalah doa ini terus menerus di tempat yang sunyi, Insya’Allah lamaran anda di terima.


(29) Harta dunia.



Bilamana anda ingin harta dunia, maka bacalah doa ini pada kunir (kunyit putih / temu) kemudian tanamlah di tanah, Insya’Allah akan jadi emas, tapi jangan berbicara atau beritahu orang lain.

dan berikut inih adalah lafadznya :




Artinya:

“Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud a.s. Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sihatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

7 Perjanjian Nabi Sulaiman BAG I

berikut ini adalah 7 perjanjian Sulaiman yang diucapkan oleh Umm Shibyaan salah satu Jin yang sangat tua dan besar pengaruh gangguan-nya kpd umat manusia kala itu... (cerita selengkapnya menyusul hehehe..)

intinya, 7 perjanjian ini adalah 7 buah pola perlindungan (hijaab/hirz) yang mengikat Umm Shibyaan dan antek2nya.. mereka tidak akan pernah mengganggu manusia selama manusia menuliskan kalimat hirz tersebut dan membawanya atau menaruhnya didalam rumah mereka.



العهود السليمانية السبعة

العهد الأول
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحقِّ اللهِ الذي لا الهَ إلا هُوَ كُلُّ شيءٍ هالكٌ إلا وَجهَهُ لهُ الحُكمُ وإليهِ تُرجعونَ إني لا أقرَبُ ولا أدنُو من عَلُّقَ عَليهِ هذا الحِجابَ ولا أضُرُّه في أهلِهِ ولا ولَدِهِ ولا مَالِهِ ولا أضُرُّهُ في لحمِهِ ولا دمِهِ ولا شَعرِهِ ولا بَشَرِهِ وكُلِّ ما يُحيطُ شِفقَتَهُ واللهُ على ما أقولُ وكيلٌ شَهيدٌ

العهد الثاني
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقَّ اللهِ الذي لا الهَ إلا هو عالمُِ الغيبِ والشهادةِ هُوَ الرحمنِ الرحيمُ رافِعُ السماءِ بغَيرِ عَمَدٍ وبَسَطَ الأرضَ على ماءٍ مَحبُوسٍ وبحقِّ نُورِ النُّورِ ومُدَبِّرِ الأمورِ وحقِّ الرَّبِّ الذي خَلَقَ آدَمَ وحَوَّاءَ ونَفَخَ فيهِ مِنْ رُوحِهِ وسَجَدَتْ لهُ الملائكَةُ أنِّي لا أقْرَبُ مَنْ عَلُّقَ عَلَيهِ هذا الحِجَابَ صَغيراً كانَ أو كبيراً ذَكَراً أو أُنثى فَطِيماً كانَ أو رَضِيعاً واللهُ على ما أقولُ وَكيلٌ

العهد الثالث
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ العَزيزُ الجبَّارُ المُتَكَبِّرُ سُبحانَ اللهِ عَما يُشرِكُونَ إنِّي لا أقرَبُ ولا أدنُو مَن عَلَّقَ عَلَيهِ هذا الحِجابَ ولا أدخُلُ لَهُ بيتاً لا هو ولا أولادُهُ ما دَامَتِ الأرضُ والسماواتُ وحَقِّ اللهِ القاهِرِ فوقَ عِبَادِهِ وهُوَ الحَيُّ الذي لا يَمُوتُ وبالاسمِ الذي خَرَجَ بِهِ يُونسَ من بَطنِ الحُوتِ إني لا أقرَبُ مَن عَلَّقَ عليهِ هذا الحِجابَ واللهُ على ما أقُولُ وَكيلٌ

العهد الرابع
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ الخَالِقُ البارئُ المُصَوِّرُ لهُ الأسماءُ الحُسنى يُسَبِّحُ لهُ ما في السماواتِ والأرضِ وهوَ العَزِيزُ الحَكيمُ شديدُ العِقَابِ إنِّي لا أقرَبُ من عَلَّقَ عليهِ هذا الحِجابَ ولا أتعَرَّضُ لهُ إنْ كانَ صغيراً أو كبيراً ذَكَراً أو أُنثَى ولا أقرَبُ حَيَوانَهُ واللهُ على ما أقُولُ وكيِلٌ

العهد الخامس
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ الكبيرُ المُتَعالِ ذُو الجَلالِ والإكرامِ لا تُدرِكُهُ الأبصارُ وهُوَ اللطيفُ الخَبيرُ إني لا أقرَبُ كُلَّ مَن عَلَّقَ عَلَيهِ هذا الحِجابَ ولا أدخُلُ لَهُ بيتاً ما دَامَ معهُ هذا الكِتابُ واللهُ على ما أقولُ وكيلٌ

العهد السادس
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ العَزيزُ العَظيمُ الأعظَمُ الكبيرُ الأكبَرُ الذي خَلَقَ السماواتِ والأرضَ هو الرحمنُ الرحيمُ إني لا أقرَبُ كُلَّ من عَلَّقَ عليهِ هذا الحِجابَ صغيراً أو كبيراً ذَكَراً أو أُنثى واللهُ على ما أقُولُ وكيلٌ شهيدٌ

العهد السابع
بسمِ اللهِ الرحمنِ الرحيمِ وحَقِّ اللهِ الذي لا إلَهَ إلا هُوَ الأولُ الآخِرُ والظاهِرُ والباطِنُ وهو بِكُلِّ شيءٍ عليمٌ إني لا أقرَبُ كُلَّ من علق عليهِ هذا الحِجابَ وهذهِ الأسماءَ وعهدٌ عليَّ كُلَّ عهدٍ أعطيتُهُ لكَ وشهيدٌ بيننا اللهُ واللهُ على ما أقولُ وكيلٌ وشهِيدٌ وكفيلٌ


perjanjian ini bukan perjanjian sulaiman dengan Allah, tetapi perjanjian Sulaiman dengan jin tua bernama Umm Shibyaan tadi... dia merupakan salah satu jin tua yang memiliki banyak sekali anak buah.. berjenis kelamin perempuan dengan bentuk yang besar.. suaranya menggelegar laksana halilintar, ia dapat menumbangkan pohon2 hanya dengan suaranya.. matanya tajam laksana petir menyambar... mulutnya seringkali terbuka...

Umm Shibyan ini berbeda dengan Al-Daulat Wa Hayram As-Sibyaan (salah satu iblis yang ditaklukkan Sulaiman. *diambil dari manuskrip kuno yang tersimpan di bunker sebuah istana di Spanyol)) Al-Daulat ini berbadan kambing, berwajah perempuan rambut panjang dengan tujuh kepala dan menggendong seorang anak kecil...

berikut ini adalah 20 nama lain dari Umm SHibyaan (bagi para praktisi arabic magic, beware of these names):

جلوش غبروش حراش حواش هيموش فمروش قوش شعوش مرتلوش هربقوش حربعوش ام بصيل ام ملدم سلوهموش نقوس يحسبواما


------------------------------------------------------------------------------------------

Daripada hadith yang diriwayatkan oleh Baihaqi, seorang sahabat Nabi SAW bernama Abu Dajanah berkata, "aku telah mengadu kepada Rasulullah SAW dengan berkata", Wahai Rasulullah, sedang aku berbaring, tiba-tiba aku mendengar desiran suara seperti bunyi kisaran gandum dan berdengung seperti suara lebah. Dan aku terlihat pancaran seperti pancaran kilat. Lalu aku mengangkat kepala kerana terkejut dan takut. Tiba-tiba aku nampak bayangan hitam berdiri tegak memanjang memenuhi ruangan rumahku. Lalu aku mendekati bayangan itu, aku terasa kulitnya seperti bulu landak. Bayang itu menyemburkan cahaya seperti semburan bunga api ke arah mukaku sehingga aku menyangka badan dan rumahku terbakar."

Lalu Rasulullah SAW menerangkan, "Itu adalah syaitan yang mahu mengganggu dan membuat keburukan di rumahmu, wahai abu Dajanah."
Kemudian Rasulullah SAW menyuruh Ali bin Abi Talib menulis tulisan ini. Maka Saidina Ali pun menulisnya seperti berikut:


Maksudnya;
"Inilah perutusan dari Muhammad Rasul sekian alam. Kepada mereka yang datang mengerjakan umrah dan berziarah. Amma ba’du. Sesungguhnya kebenaran itu adalah perlindungan bagi kita. Jika engkau terlalu baik, jahat, pemimpin yang sebenar ataupun yang bathil. Inilah kitab Allah yang membicarakan dengan sebenar-benarnya kepada kita, sesungguhnya Kami mencatatkan apa yang kamu lakukan dan malaikat kami menulis segala apa yang engkau sembunyikan. Tinggalkanlah pembawa utusan ini dan pergilah kepada penyembah berhala dan mereka yang menyangka bahawa ada tuhan lain selain Allah. Katakanlah tiada tuhan melainkan Dia. Segala sesuatu akan hancur melainkan Dia. Baginyalah segala ketentuan dan kepadaNyalah kamu semua dikembalikan. Haa Miiim, mereka tidak akan diberi pertolongan, Haa Miim, Ain Siiin Qaaf. Berpecah belahlah musuh-musuh Allah, Hujah Allah itu amat jelas, Tiada kekuasaan melainkan kekuasaan Allah. Allah akan memberikan kecukupan kepadamu, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Maha benarlah Allah Yang Maha Besar."

Ada sahabat saya mengkhabarkan bahawa ini juga ada kaitan dengan perjanjian tersebut.

50 HAQ menurut Imam Ali Zainal Abidin

Berikut ini adalah HAQ2 yang harus kita penuhi menurut Imam Ali Zainal Abidin:

1. Haq Allah, dikenali dengan RUHANI, dicintai dengan QALBU, dirasai sengan SIRR.
2. Haq lisan
3. Haq pendengaran
4. Haq penglihatan
5. Haq tangan
6. Haq kaki
7. Haq perut
8. Haq kemaluan
9. Haq sholat
10. Haq ibadah haji
11. Haq puasa
12. Haq sedekah
13. Haq hakikat
14. Haq penguasa yang benar
15. Haq guru yang benar
16. Haq pemilik
17. Haq rakyat
18. Haq murid
19. Haq istri
20. Haq tubuh
21. Haq IBU
22. Haq ayah
23. Haq anak
24. Haq saudara
25. Haq ternak & tanaman
26. Haq hamba sahaya
27. Haq orang yang baik kepadamu
28. Haq muadzin
29. Haq imam sholat
30. Haq teman bincang
31. Haq TETANGGA
32. Haq kawan karib
33. Haq SEKUTU DAGANG
34. Haq harta
35. Haq orang yang menghutangimu
36. Haq orang yang mendakwahmu
37. Haq orang yang kau dakwahi
38. Haq orang yang ingin musyawarah
39. Haq orang yang kau ajak musyawarah
40. Haq orang yang minta nasehat
41. Haq orang yang memberi nasehat
42. Haq orang yang lebih tua
43. Haq orang yang lebih muda
44. Haq orang yang meminta darimu
45. Haq anda menolak
46. Haq orang yang kau minta bantuannya
47. Haq ORANG MISKIN
48. Haq orang dzalim
49. Haq muslim
50. Haq non muslim

oleh rahsa

60 Bahaya Lisan menurut Uwais Al-Qarni

Tugas Lisan itu = menanggung amanat seluruh anggota tubuh/badan/raga/jasmani/jasad.

"Hati" dan "Iman" yang tidak konsisten/tidak persisten/tidak istiqomah digambarkan oleh "Lisan" yang tidak konsisten/tidak persisten/tidak istiqomah.

Berikut ini 60 Bahaya Lisan menurut Uweis Al-Qarni:

1. berucap kufur
2. berucap mendekati kufur
3. salah ucap (terlalu sering)
4. berbohong
5. menyindir tanpa tujuan yang haq
6. ghibah (menggunjing)
7. namimah (adu domba)
8. sikhriyyah (mencemooh/leceh)
9. li'an (mem-vonis/melaknat)
10. sibabah (mencela/cerca)
11. fahsyu (berlisan kotor/non-etis)
12. ta'yir (mempermalukan orang)
13. niyahah (meratap)
14. miira (menghina percakapan orang)
15. mujadalah (ngotot; asal menang)
16. khusumah (debat; menyesal)
17. taghanni (hanyut seni; lupa Allah)
18. membuka rahasia (lupa amanat)
19. berbincang maksiat
20. meminta; memaksa tanpa haq
21. banyak bertanya; tanpa haq
22. bertanya; untuk mengacaukan
23. meng-obral lisan/ ucapan
24. ber-ucap munafik; lain di hati
25. dua lisan (plin-plan)
26. membela pihak salah
27. ber-lisan menyuruh munkar
28. ber-lisan kasar (vulgar)
29. menanya-nanyakan aib orang
30. mendahului percakapan guru
31. berbicara ketika adzan
32. berbicara lain, ketika sholat
33. berbicara, ketika khotib khutbah
34. ngobrol (antara fajar hingga subuh)
35. berbicara di WC (saat buang hajat)
36. berbicara, ketika koitus.
37. men-do'a-kan su'ul khotimah
38. men-do'a-kan orang tetap kufur
39. berbicara, saat Al-Quran dibaca
40. ngobrol, didalam masjid
41. memanggil orang dengan dengan nama buruk
42. mengucapkan sumpah palsu
43. bersumpah tanpa nama Allah
44. bersumpah terlalu sering
45. meminta jabatan
46. meminta kuasa kelola wakaf
47. meminta menjadi mediator wasiat
48. ber-do'a ingin mati
49. menolak; untuk memberi maaf
50. menafsir Al-Quran dengan Rakyu (Rakyu = kekosongan ilmu)*
51. mengancam; memaksa
52. memotong percakapan orang
53. menentang kata guru yang benar
54. mengharamkan yang halal
55. berbisik-bisik didepan orang ketiga
56. ngobrol dengan yang bukan muhrim
57. salam kepada orang yang kafir-iman
58. salam kepada orang yang buang hajat
59. meng-informasi-kan maksiat
60. meng-ijin-kan maksiat


*catatan
50. siapa yang berkomentar tentang Al-Quran, dengan "Rakyu" (kekosongan ilmu), lalu komentarnya itu tepat dengan maksud sebenarnya, maka (itupun sebenarnya) salah. (H.R. Turmudzi, dari Jundub).

50. Siapa yang berkomentar tentang Al-Quran tanpa didasarkan "ilmu", maka bersiap-siap lah untuk..................(menanggung resiko) (H.R. Turmudzi, dari Ibnu Abbas)

Oleh..Rahsa

Sabtu, 21 November 2009

Orang Yang Dido'akan Malaikat

Allah SWT berfirman,
"Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)

Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Maraji' :

Disarikan dari Buku Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

Minggu, 15 November 2009

Rahasia Shalat Tahajjud

Mulai enam bulan ini Alhamdulliah saya rajin bertahajud... dan saya berjanji pada diri sendiri akan terus bertahajud (ibarat berolah raga, maka untuk putaran pertama ini akan saya jalani selama 24 bulan atau setara 720 hari, dan kalau ini sudah selesai akan saya lanjutkan putaran berikutnya --- saya pun sadar godaan setan akan terus menghantui agar saya menjauhi Allah, tapi biarlah .. akan saya coba usahakan senantiasa bertahajud...

Ini adalah ibadah tambahan bagi saya selain tetap menjaga Dhuha dan yang 5 waktu. Tentu, saya pribadi dan barangkali teman2 lain ingin sekali mendengar/membaca pengalaman teman-teman yang sudah mengamalkan tahajud ini, disini sodara-sodara boleh cerita apa saja agar kita bersama-sama semakin mantap menggelar sajadah dan bangun malam:



Code:
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud

sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan
mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)
Code:
Bersabda Rosulullah SAW :

“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya
seorang Muslim meminta suatu kebaikan
didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT
akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Code:
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala

turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam
yang akhir. Ia berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku,
akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang
meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya.
Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku
ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim )
Code:
"Perintah Allah turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga

yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang
yang memohon ( berdoa ) pasti akan kukabulkan, adakah orang
yang meminta, pasti akan kuberikan dan adakah yang
mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai
tiba waktu shubuh"(al Hadits).
Code:
“Barang siapa laki-laki maupun perempuan, yang

dikaruniai shalat Tahajud, maka ia akan bangun karena Allah
dengan penuh keikhlasan, wudhu sempurna, mendirikan shalat,
serta mata berlinang air mata. Maka Allah akan menempatkan
di belakangnya sembilan shaf dari para malaikat yang setiap shafnya
tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah SWT.
Satu shaf itu ada diujung timur dan yang lain di barat.
Jika ia selesai tahajud, maka dicatat derajat menurut bilangan
para malaikat tersebut.”(al Hadits).
Code:
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah." ( Surah az-Zariat ayat 15-18 )

Code:
Nabi Muhammad SAW menerangkan shalat Tahajud adalah:

- sarana meraih keridhaan Allah SWT
- Kecintaan para malaikat
- Cahaya pengetahuan
- Pokok keimanan
- Istirahat untuk tubuh
- Kebencian setan
- Sarana terkabulnya doa
- Sarana diterimanya amal
- Keberkatan bagi rezeki
- Syafaat antara yang melaksanakan dan malaikat maut
- cahaya di kuburan
- Jawaban bagi Munkar dan Nakir
- Teman dan penjenguk di kubur hingga hari kiamat
- Menjadi pelindung bagi pelaksananya
- Penghalang antaranya dan neraka
- Pemberat timbangan kebaikan
- Ijin melewati shirathal mustaqim
Spoiler for rekaman movie Ustd. Yusuf Mansyur - menjadi Sukses karena Tahajud (silahkan disedot = 6Mb):


Dai muda Ustadz Yusuf Mansur pun selalu menganjurkan para jamaah yang mendengarkan tausiyahnya untuk selalu membiasakan diri shalat tahajud dan dipadukan dengan sedekah. ”Pada tengah malam itu, Allah memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para hamba-Nya untuk meminta apa pun, dan Allah berjanji untuk mengabulkannya. Alangkah sayangnya kalau kesempatan emas itu kita sia-siakan,” ujarnya.

Untuk lebih afdhal, ia menganjurkan untuk memadukan shalat Tahajjud itu dengan sedekah. “Shalat tahajud adalah setengah penyelesaian terhadap persoalan kehidupan yang dihadapi, dan sedekah itu akan menyempurnakannya,” paparnya.

Untuk melihat rekaman movienya silahkan disedot dibawah ini (6 Mb)

http://www.kitaupload.com/download.p...%20SEDEKAH.avi

atau:
http://rapid*share.de/files/40023082...DEKAH.avi.html


Spoiler for Power Of Tahajud :
Shalat malam,

bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan dengan الله.

Berfirman الله :

“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah
shalat yang diwajibkan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu.

Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .

Sahabat Abdullah bin Salam
mengatakan,
bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.”
(HR Tirmidzi)

Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam”
( HR. Muslim )

Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud dilaksanakan ?
Sebetulnya waktu untuk melaksanakan shalat Tahajud ( Shalatul Laill )
ditetapkan sejak waktu Isya’ hingga waktu subuh ( sepanjang malam ).
Meskipun demikian, ada waktu-waktu yang utama,
yaitu :

1. Sangat utama : 1/3 malam pertama ( Ba’da Isya – 22.00 )
2. Lebih utama : 1/3 malam kedua ( pukul 22.00 – 01.00 )
3. Paling utama : 1/3 malam terakhir ( pukul 01.00 - Subuh )

Menurut keterangan yang sahih,
saat ijabah (dikabulkannya do’a) itu adalah 1/3 malam yang terakhir.

Abu Muslim bertanya kepada sahabat Abu Dzar :

“ Diwaktu manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?”

Sahabat Abu Dzar menjawab :

“Aku telah bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.”
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.”
(HR Ahmad)

Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada الله, niscaya الله akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.”
( HR Muslim )

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabbaraka wa Ta’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. الله berfirman :
“ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.”
( HR Bukhari dan Muslim )

Jumlah Raka’at Shalat Tahajud :

Shalat malam (Tahajud) tidak dibatasi jumlahnya, tetapi paling sedikit 2 ( dua ) raka’at. Yang paling utama kita kekalkan adalah 11 ( sebelas ) raka’at atau 13 ( tiga belas ) raka’at, dengan 2 ( dua ) raka’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang baik adalah setiap 2 ( dua ) rakaat diakhiri satu salam.
Sebagaimana diterangkan oleh

Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

“ Shalat malam itu, dua-dua.”
( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim )

Adapun Kaifiat yang diterangkan oleh Sahabat Said Ibnu Yazid,
bahwasannya
Rasulullah صلى الله عليه وسلم shalat malam 13 raka’at, sebagai berikut :

1) 2 raka’at shalat Iftitah.
2) 8 raka’at shalat Tahajud.
3) 3 raka’at shalat witir.

Adapun surat yang dibaca dalam shalat Tahajud pada raka’at pertama setelah surat Al-Fatihah ialah Surat Al-Baqarah ayat 284-286.

Sedangkan pada raka’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali Imron 18-19 dan 26-27. Kalau surat-surat tersebut belum hafal, maka boleh membaca surat yang lain yang sudah dihafal.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

“الله menyayangi seorang laki-laki yang bangun untuk shalat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangun, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula الله menyayangi perempuan yang bangun untuk shalat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air.”
(HR Abu Daud)

Bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga
keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”
(HR Abu Daud)

Keutamaan Shalat Tahajud :

Tentang keutamaan shalat Tahajud tersebut,
Rasulullah صلى الله عليه وسلم suatu hari bersabda :

“Barang siapa mengerjakan shalat Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka الله akan memberikan 9 macam kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”

Adapun lima keutamaan didunia itu, ialah :

1. Akan dipelihara الله dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan tampak kelihatan dimukanya.
3. Akan dicintai para hamba الله yang shaleh dan dicintai oleh semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah.
5. Akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama.

Sedangkan yang empat keutamaan diakhirat, yaitu :

1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur di Hari Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan Shirothol Mustaqiim,
bisa melakukannya dengan sangat cepat, seperti halilintar yang menyambar.
4. Catatan amalnya diberikan ditangan kanan.

sedangkan senjata utamanya sebetulnya :
dikerjakan dengan Ikhlas Dunia wal'ahiroh,tanpa adanya pamrih apapun jenisnya.
Hanya mengharapkan Keberkahan dan Keridhoan الله
InsyaAlloh ...........[ ]

Muhammad Ada pada Diri Kita

Saudara pembaca marilah kami perkenalkan siapa sebenarnya nabi muhammad.saw apa arti muhammad itu dan apa arti ahmad.

muhammad dlm bhs indnonesia yg dipuji dan ahmad artinya yg lebih terpuji.demikian kalau diterjemahkan dlm bahasa arabnya ke dlm bahasa indonesia.

muhammad dlm huruf terdiri dari mim م ha ح mim م dan dal د muhammad artinya manusia sempurna zahir bathin muhammad artinya mempunyai syaf,at pd hari kemudian dan mempunyai kedudukan dan martabat yg tinggi di sisi allah.baik derajatnya sebagai seorang rasul yg mempunyai akhlak yg luhur menjadi rahmat bagi seluruh alam,maupun kedudukanya sebagai makhluk manusia,sebagai kekasih yg mempunyai syafaat yg besar di hari kiamat. kini dlm arti grafik atau gambar dan huruf2nya itu yg terdiri dari mim,ha, mim,dal.د م ح م dari muhammad itu adlh merupakan gambar Tubuh manusia.mim pertama adlh kepala ha;merupakan bahu mim kedua merupakan perut dan dal merupakan kedua kaki

Begini conthnya;

محمد muhammad


>>>>>>>>>
Tubuh manusia.mim pertama adlh kepala ha;merupakan bahu sampai tgn mim kedua merupakan perut dan dal merupakan kedua kaki

beginilah muhammad dalam tulisan arab yg merupakan batang tubuh manusia sekali lg muhammad artinya yg patut akhlaknya dan patut di puji

huruf2 dlm nama ahmad/muhammad menunjukan grafik org yg sedang shalat.sbb:
احمد Ahmad

ا Alif:berdiri seperti org yg sedang berdiri
ح Ha; seperti org ruku
م Mim sujud dlm sembahyang
د Dal seperti org duduk dlm sembahyang


Dengan ini teranglah bahwa kelakuan org sembahyang adlh gambaran dari huruf ahmad

Kemudian empat huruf ini mempunyai arti kehidupan manusia di empat alam
yaitu

Alif:berdiri. manusia hidup pertama kali di alm arwah berdiri manusia masih bebas belum menerima sesuatu kewajiban
Ha; ruku di alam dunia manusia harus tunduk kpd hukum2 allah berdasarkan syariat islam
Mim;sujud manusia memasuki alam kubur.dan tunduk sepenuhnya 100% kepada allah dan menunggu hari akhir/kiamat
Dal;duduk atau kedudukan manusia yg terakhir di alm akhir,surga/neraka.

Sejarah singkat nabi muhammad



Nabi Muhammad s.a.w. (sallallahu aleihi wassalam) (B. Arab: محمد) adalah pesuruh Allah yang terakhir. Baginda adalah pembawa rahmat untuk seluruh alam dan merupakan Rasulullah bagi seluruh umat di dunia. Sesungguhnya Nabi Muhammad s.a.w. merupakan satu rahmat kepada manusia sekalian alam. Baginda bukan sahaja berfungsi sebagai seorang rasul tetapi juga sebagai pemimpin, ketua tentera dan juga sebagai pendamai. Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Mekah dan kembali ke rahmatullah di Madinah. Walaupun diketahui bahawa Muhammad merupakan rasul dan nabi terakhir bagi umat manusia oleh orang Islam, tetapi orang-orang Yahudi dan Kristian enggan mengiktiraf Muhammad sebagai nabi dan rasul. Nabi Muhammad merupakan pelengkap ajaran Islam setelah Nabi Musa dan Nabi Isa.

Surah Al-Anbiya, ayat 107 bermaksud:






"Dan tidak kami (Allah) utuskan kamu (wahai Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam."

Kelahiran

Nabi Muhammad telah diputerakan di Mekah, Arab Saudi pada hari Isnin, 12 Rabiulawal (20 April 571M). Ibu baginda, iaitu Aminah binti Wahb, adalah anak perempuan kepada Wahb bin Abdul Manaf dari keluarga Zahrah. Ayahnya, Abdullah, ialah anak kepada Abdul Muthalib. Keturunannya bersusur galur dari Ismail, anak kepada Ibrahim kira-kira dalam keturunan keempat puluh.

Ayahnya telah meninggal sebelum kelahiran baginda. Sementara ibunya meninggal ketika baginda berusia kira-kira enam tahun, menjadikannya seorang anak yatim. Menurut tradisi keluarga atasan Mekah, baginda telah dipelihara oleh seorang ibu angkat(ibu susu:-wanita yang menyusukan baginda) yang bernama Halimahtus Sa'adiah di kampung halamannya di pergunungan selama beberapa tahun. Dalam tahun-tahun itu, baginda telah dibawa ke Mekah untuk mengunjungi ibunya. Setelah ibunya meninggal, baginda dijaga oleh datuknya, Abdul Muthalib. Apabila datuknya meninggal, baginda dijaga oleh bapa saudaranya, Abu Talib. Ketika inilah baginda sering kali membantu mengembala kambing-kambing bapa saudaranya di sekitar Mekah dan kerap menemani bapa saudaranya dalam urusan perdagangan ke Syam (Syria).

Masa remaja

Dalam masa remajanya, Muhammad percaya sepenuhnya dengan keesaan Allah. Baginda hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan bongkak. Baginda menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berkongsi penderitaan mereka dengan berusaha menolong mereka. Baginda juga menghindari semua kejahatan yang menjadi amalan biasa di kalangan para belia pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga beliau dikenali sebagai As Saadiq (yang benar) dan Al Amin (yang amanah). Baginda sentiasa dipercayai sebagai orang tengah kepada dua pihak yang bertelingkah di kampung halamannya di Mekah.

Berumahtangga

Ketika berusia kira-kira 25 tahun, pakciknya menyarankan baginda untuk bekerja dengan kafilah (rombongan perniagaan) yang dimiliki oleh seorang janda yang bernama Khadijah. Baginda diterima bekerja dan bertanggungjawab terhadap pelayaran ke Syam (Syria). Baginda mengelolakan urusniaga itu dengan penuh bijaksana dan pulang dengan keuntungan luar biasa.

Khadijah begitu tertarik dengan kejujuran dan watak peribadinya yang mendorong beliau untuk menawarkan diri untuk mengahwini baginda. Baginda menerima lamarannya dan perkahwinan mereka adalah bahagia. Mereka dikurniakan 7 orang anak (3 lelaki dan 4 perempuan) tetapi ketiga-tiga anak lelaki mereka, Qasim, Abdullah dan Ibrahim meninggal semasa kecil. Manakala anak perempuan baginda ialah Ruqayyah, Zainab, Ummu Kalsum dan Fatimah az-Zahra. Khadijah merupakan satu-satunya isterinya sehinggalah beliau meninggal pada usia 51 tahun.



Kerasulan

Muhammad telah dilahirkan di tengah-tengah masyarakat jahiliyah. Ia sungguh menyedihkan hatinya sehingga beliau kerapkali ke Gua Hira', sebuah gua bukit dekat Mekah, yang kemudian dikenali sebgai Jabal An Nur untuk memikirkan cara untuk mengatasi gejala yang dihadapi masyarakatnya. Di sinilah baginda sering berfikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kedurjanaan yang kian berleluasa.

Pada suatu malam, ketika baginda sedang bertafakur di Gua Hira', Malaikat Jibril mendatangi Muhammad. Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya. Baginda diminta membaca. Baginda menjawab, "Saya tidak tahu membaca". Jibril mengulangi tiga kali meminta Muhammad untuk membaca tetapi jawapan baginda tetap sama. Akhirnya, Jibril berkata:
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Amat Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad. Ketika itu baginda berusia 40 tahun. Wahyu itu turun kepada baginda dari semasa ke semasa dalam jangka masa 23 tahun. Siri wahyu ini telah diturunkan menurut panduan yang diberikan Rasulullah s.a.w. dan dikumpulkan dalam buku bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al-Quran (bacaan). Kebanyakkan ayat-ayatnya mempunyai erti yang jelas. Sebahagiannya diterjemah dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang lain. Sebahagiannya pula diterjemah oleh Rasulullah sendiri melalui percakapannya, tindakan dan persetujuan yang terkenal, dengan nama Sunnah. Al-Quran dan al Sunnah digabungkan bersama untuk menjadi panduan dan cara hidup mereka yang menyerahkan diri kepada Allah.

Cabaran-cabaran

Apabila Rasulullah menyeru manusia ke jalan Allah, tidak ramai yang mendengar seruannya. Kebanyakkan pengikut baginda adalah dari anggota keluarganya dan dari golongan masyarakat bawahan, Antara mereka ialah Khadijah, Ali, Zayd dan Bilal. Apabila baginda memperhebat kegiatan dakwahnya dengan mengumumkan secara terbuka agama Islam yang disebarkannya, dengan itu ramai yang mengikutnya. Tetapi pada masa, baginda menghadapi berbagai cabaran dari kalangan bangsawan dan para pemimpin yang merasakan kedudukan mereka terancam. Mereka bangkit bersama untuk mempertahankan agama datuk nenek mereka.

Semangat penganut Islam meningkat apabila sekumpulan kecil masyarakat yang dihormati di Mekah menganut agama Islam. Antara mereka ialah Abu Bakar, Uthman bin Afan, Zubair bin Al Awwam, Abdul Rahman bin Auf, Ubaidillah bin Harith, Amr bin Nufail dan ramai lagi.

Akibat cabaran dari masyarakat jahiliyah di Mekah, sebahagian orang Islam disiksa, dianiaya, disingkir dan dipulaukan. Baginda terpaksa bersabar dan mencari perlindungan untuk pengikutnya. Baginda meminta Negus Raja Habsyah, untuk membenarkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya. Negus mengalu-alaukan ketibaan mereka dan tidak membenarkan mereka diserah kepada penguasa di Mekah.

Hijrah

Di Mekah terdapat Kaabah yang telah dibina oleh Nabi Ibrahim a.s. beberapa abad lalu sebagai pusat penyatuan umat untuk beribadat kepada Allah. Sebelumnya ia dijadikan oleh masyarakat jahiliyah sebagai tempat sembahyang selain dari Allah. Mereka datang dari berbagai daerah Arab, mewakili berbagai suku ternama. Ziarah ke Kaabah dijadikan mereka sebagai sebuah pesta tahunan. Orang ramai bertemu dan berhibur dengan kegiatan-kegiatan tradisi mereka dalam kunjungan ini. Baginda mengambil peluang ini untuk menyebarkan Islam. Antara mereka yang tertarik dengan seruan baginda ialah sekumpulan orang dari Yathrib. Mereka menemui Rasulullah dan beberapa orang Islam dari Mekah di desa bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka bersumpah untuk melindungi Islam, Rasulullah dan orang-orang Islam Mekah.

Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yathrib datang lagi ke Mekah. Mereka menemui Rasulullah di tempat yang mereka bertemu sebelumnya. Kali ini, Abbas bin Abdul Muthalib, pakcik baginda yang belum menganut Islam hadir dalam pertemuan itu. Mereka mengundang baginda dan orang-orang Islam Mekah untuk berhijrah ke Yathrib. Mereka berjanji akan melayani mereka sebagai saudara seagama. Dialog yang memakan masa agak lama diadakan antara mayarakat Islam Yathrib dengan pakcik Rasulullah untuk memastikan mereka sesungguhnya berhasrat mengalu-alukan masyarakat Islam Mekah di bandar mereka. Rasulullah akhirnya bersetuju untuk berhijrah beramai-ramai ke bandar baru itu.

Mengetahui ramai masyarakat Islam merancang meninggalkan Mekah, masyarakat jahiliyah Mekah cuba menghalang mereka. Namun kumpulan pertama telahpun berjaya berhijrah ke Yathrib. Masyarakat jahiliyah Mekah bimbang hijrah ke Yathrib akan memberi peluang kepada orang Islam untuk mengembangkan agama mereka ke daerah-daerah yang lain.

Hampir dua bulan seluruh masyarakat Islam dari Mekah kecuali Rasulullah, Abu Bakar, Ali dan beberapa orang yang daif, telah berhijrah. Masyarakat Mekah kemudian memutuskan untuk membunuh baginda. Mereka merancang namun tidak berjaya. Dengan berbagai taktik dan rancangan yang teratur, Rasulullah akhirnya sampai dengan selamat ke Yathrib, yang kemudian dikenali sebagai, 'Bandar Rasulullah'.

Madinah

Di Madinah, kerajaan Islam diwujudkan di bawah pimpinan Rasulullah s.a.w. Umat Islam bebas mengerjakan solat di Madinah. Musyrikin Makkah mengetahui akan perkara ini kemudiannya melancarkan beberapa serangan ke atas Madinah tetapi kesemuanya ditangkis dengan mudah oleh umat Islam. Satu perjanjian kemudiannya dibuat dengan memihak kepada pihak Quraish Makkah. Walau bagaimanapun perjanjian itu dicabuli oleh mereka dengan menyerang sekutu umat Islam. Orang Muslim pada ketika ini menjadi semakin kuat telah membuat keputusan untuk menyerang musyrikin Makkah memandangkan perjanjian telah dicabuli.

Pembukaan Kota Makkah

Untuk rencana lanjutan mengenai topik ini, sila lihat Pembukaan Kota Mekah

Pada tahun kelapan selepas penghijrahan ke Madinah berlaku, Nabi Muhammad s.a.w. berlepas ke Makkah. Tentera Islam yang seramai 10,000 orang tiba di Makkah dengan penuh bersemangat. Takut akan nyawa mereka terkorban, penduduk Makkah bersetuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa sebarang syarat. Nabi Muhammad s.a.w. kemudian mengarahkan supaya kesemua berhala dan patung-patung di sekeliling Kaabah dimusnahkan.

Pesanan Terakhir Rasulullah S.A.W (Isi Khutbah terakhir rasulullah SAW)

Ketika Rasulullah SAW mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijarah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, di antara isi dari khutbah terakhir Rasulullah SAW itu ialah:

"Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

"Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahawa sesungguhya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

"Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.

"Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

"Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama; tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal saleh.

"Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

"Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Qur'an dan Sunnahku.

"Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu."

oleh.. qboy..

Ali bin Al-Husein Zainal Abidin (Wafat 93 H)

Ali bin Al-Husein Zainal Abidin (Wafat 93 H)



Nama sebenarnya adalah Ali bin al-Husein bin Ali bin Abi Thalib, neneknya adalah Fatimah az-zahra binti Rasulillah, terkadang ia disebut dengan Nama Abu Husein atau Abu Muhammad, sedangkan nama panggilannya adalah Zainal abidin dan As-Sajad, karena kebanyakan melakukan shalat dimalam hari dan di siang hari.

Perjalanan hidupnya.

Diriwayatkan bahwa Ia menerima beberapa orang tamu dari Irak, lalu membicarakan Abu Bakar, Umar dan Utsman tentang sesuatu yang buruk terhadapnya, dan ketika mereka selesai bicara, maka ia berkata,”Apakah kalian termasuk kaum muhajirin yang didalam Alquran surat al-Hasyr: 8 yang menegaskan ‘Mereka yang diusir dari kampung halaman dan dipaksa meninggalkan harta benda mereka, hanya karena mereka ingin memperoleh karunia Allah dan keridhaan-Nya?”’ Mereka menjawab, ”Bukan…!”

”Apakah kalian termasuk kaum Anshar yang dinyatakan dalam Alquran surat al-Hasyr 97: ‘Mereka yang tinggal di Madinah dan telah beriman kepada Allah sebelum kedatangan kaum Muhajirin. Mereka itu mencintai dan bersikap kasih sayang kepada orang-orang yang datang berhijrah kepada mereka, dan mereka tidak mempunyai pamrih apa pun dalam memberikan bantuan kepada kaum Muhajirin. Bahkan mereka lebih mengutamakan orang-orang yang hijrah daripada diri mereka sendiri, kendatipun mereka berada dalam kesusahan?”’ ”Bukan…!”

Kalau begitu berati kalian menolak untuk tidak termasuk ke dalam salah satu dari kedua golongan tersebut. Selanjutnya ia berkata” Aku bersaksi bahwa kalian bukanlah orang yang dimaksud dalam firman allah, “”Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.” (Qs. Al Hasyr:10). Maka keluarlah kalian dari rumahku, niscaya Allah murka kepada kalian”.

Ali bin al Husein Zainal ‘Abidin dianggap sebagai ulama yang paling masyur di Madinah dan pemimpin ulama tabi’in di sana. Hal ini keterangan yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, dan yang diriwayatkan Ibnu Abbas.

Kurang lebih 30 tahun Zainal Abidin bergiat mengajar berbagai cabang ilmu agama Islam di Masjid Nabawi di Madinah. Sikap tidak berpihak pada kelompok mana pun tersebut mengundang simpati dari semua kelompok yang bertikai. Zainal Abidin disegani oleh segenap kaum Muslimin baik kawan maupun lawan.

Pada zamannya, Zainal Abidin diakui masyarakat Muslimin sebagai ulama puncak dan kharismatik. Ia sangat dihormati, disegani, dan diindahkan nasihat-nasihatnya. Kenyataan itu tidak hanya karena kedalaman ilmu pengetahuan agamanya, tidak pula karena satu-satunya pria keturunan Rasulullah, tetapi juga karena kemuliaan akhlak dan ketinggian budi pekertinya.

Salah seorang Putera ‘Amar bin Yasir meriwayatkan bahwa: pada suatu hari Ali bin Husein kedatangan suatu kaum, lalu beliau menyuruh pembantunya untuk membuatkan daging panggang, Kemudian pembantu itu dengan terburu buru sehingga besi untuk membakar daging terjatuh mengenai kepala anak Alin bin usein yang masih kecil sehingga anak tersebut meninggal. Maka Ali berkata kepada pembantunya,’ kamu kepanasan, sehingga besi itu jatuh’. Setelah itu beliau sendiri mempersiapkan untuk memakamkan anaknya.”. Menunjukan kesabaran dan kepasrahan beliau, dimana seorang pembantu telah menyebabkan kematian anaknya. sehingga ia membalas kejelekan dengan suatu kebaikan.

Sebuah keterangan yang diriwayatkan oleh Hisyam bin Abdul Malik ketika ia sedang menunaikan ibadah haji sebelum diangkat menjadi Khalifah, ia berusaha untuk mencium hajar aswad tetapi ia tidak mampu melakukannya, kemudian datang Ali bin Husein hendak mencium hajar aswad juga sehingga orang orang disekitarnya menyingkir dan berhenti lalu beliau menciumnya. Kemudian orang orang bertanya kepada Hisyam siapa orang itu?, dia menjawab aku tidak mengenalnya. Maka seseorang berkata” Aku mengenalnya, dia adalah Ali bin al Husein.

Para ulama sepakat bahwa Ali bin al Husein ini anak paling kecil dari Husein yang selamat, sedangkan kakak kakaknya dan kedua orang tuanya terbunuh sebagai syuhada. Zainal Abidin kecil selamat dari pembunuhan keluarga Rasulullah, ketika itu ia sedang terlentang diatas tempat tidur karena sakit, sehingga keadaanya luput dari pembunuhan, saat itu usianya 23 tahun. Allah melindungi dan menyelamatkannya.

Ia wafat pada tahun 74 H di Madinah dalam usia 58 tahun dan dimakamkan di Baqi. Riwayat lain dikatakan ia wafat pada tahun 93 H dalam usia 57 tahun.

Sahabat SaLman al Farisi r.a

Sahabat SaLman al Farisi RA

[Salman al Farisi dikenal sebagai “Imam”, “ Pewaris Islam”, “Hakim yang Bijaksana”, “Ulama yang Berpengetahuan Luas”, “Ahlul Bayt”.
Semua julukan trersebut diberikan kepadanya oleh BAginda Nabi Muhammad saw.]

yg lahir dr keLuarga Majusi [Penyembah Api] yg berontak dan BeLiau Tidak sreg menerima ajaran nenek moyangnya itu. Bagaimana mungkin manusia menyembah api yang mereka nyalakan sendiri. Untuk menemukan kebenaran yang hakiki ia rela berpisah dengan keluarga yang ia cintai. Ia meninggalkan kampung halamannya, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mencari keyakinan yang menenangkan. Tentu karena ia sosok yang melihat kehidupan dunia dengan pandangan dan cakrawala yang luas. . . . .

Setelah kepergian sang pendeta, ia pun berangkat menuju ke Mekkah bersama para saudagar. Namun ujian menimpanya. Di tengah perjalanan, kafilah niaga yang diikutinya dijegal para perampok. Ia pun tertawan bersama mereka. Ia lantas dijadikan budak belian yang mengantarkannya sampai ke negeri Syam. Di sana ia menjadi budak yang bertugas memanjat pohon korma.

Suatu hari ia mendengar hiruk pikuk orang-orang di pasar yang membicarakan kedatangan kafilah dagang dari Mekkah, di mana salah seorang di antara mereka mengaku sebagai nabi dan rasul. Ia tentu saja sangat tertarik dengan cerita ini, karena merasa cita-citanya bertemu dengan sang nabi akan terwujud.

Keesokan harinya, kafilah dagang itu benar-benar sampai di negeri Syam. Ia begitu antusias untuk segera bertemu dengan sang nabi. Meski posisinya sebagai budak menghalanginya namun dengan berbagai daya upaya akhirnya bertemu juga ia dengan Rasulullah. Setelah membuktikan tanda-tanda kenabian yang ada, akhirnya ia menyatakan diri masuk Islam. . . ..

SubhanlLah !

bahkan sahabat saLman Al Farisi pernah menjadi "yang diperebutkan" kaum Anshor dan Muhajirin menjadi salah satu bagian dari mereka. Bahkan akhirnya RasululLah SAW menghentikan perebutan itu dengan mengatakan, "Salman termasuk ahlul baitku (keluargaku)."






"inna allaaha wamalaa-ikatahu yushalluuna 'alaa alnnabiyyi yaa ayyuhaa alladziina aamanuu shalluu 'alayhi wasallimuu tasliimaan"


"Allahumma ShaLi 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'Ala Ali Sayyidina Muhammad"

[Allahumma shali wa salim asrafa'sholaa ti wa tasLim,ala sayyidina wa nabi ina muhammadin ra'ufur rahim,allahumma shali wa salim wabarik alaih]